Senin, 12 April 2010

JATUHNYA PESAWAT PRESIDEN POLANDIA


Sebuah pesawat yang ditumpangi Presiden Polandia Lech Kaczynski terjatuh di dekat bandara internasional Smolensk, Rusia Barat, Sabtu (10/4). Berdasarkan laporan yang berkemabang, tidak ada korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat tersebut.

Berdasarkan konfirmasi pihak kementerian Luar Negeri Polandia, Piotr Pszkowski dikatakan bahwa sebuah pesawat Tupolev Tu-154, terbang dari Warsawa ke kota Rusia Smolensk dimana di dalam pesawat terdapat Presiden Polandia Lech Kaczynski beserta istri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil kementerian luar negeri Andrzej Kremer dan gubernur bank sentral,

Hingga detik ini menurut kabar yang beredar, tidak ada korban selamat di dalam pesawat yang berisi 132 orang tersebut. Demikian dilansir Xinhua, Sabtu (10/4) (Xinhua/ARI)

Presiden Polandia Suka Paksa Pilot?


(istimewa)

Moskow – Dalam penyelidikan jatuhnya pesawat yang mengangkut Presiden Polandia dan sejumlah pejabatnya, terungkap bahwa sang presiden ternyata suka memaksa pilotnya.

Penyelidik kecelakaan pesawat yang terjadi pada Sabtu (10/4) itu sedang mencari tahu, mengapa pilot pesawat masih berusaha mendaratkan pesawat. Padahal ketika itu, menara mengatakan cuaca di Rusia Barat sedang buruk dan pesawat sebaiknya tidak landing.

Penyelidikan ini berujung pada kemungkinan yang lebih jauh lagi. Bahwa pilot ditekan untuk mendaratkan pesawat, agar delegasi Polandia tidak terlambat menghadiri seremoni di Hutan Katyn, Rusia, untuk merayakan pembantaian 20 ribu petugas Polandia yang dibantai Rusia pada Perang Dunia II.

Media Rusia memberitakan, Senin (12/4) telah memberitakan bahwa tim pencari telah menemukan rekaman penerbangan (kotak hitam) pesawat tersebut. Namun transkrip percakapan antara pilot dengan menara belum dirilis.

Apa yang terjadi di kokpit menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, mendiang Presiden Polandia Lech Kaczynski yang tewas dalam kecelakaan itu dikenal suka memaksa pendaratan kepada para pilot. Seperti yang pernah terjadi pada Agustus 2008, dimana sang pilot tak mau mematuhinya. [vin]

PIALA DUNIA 2010

Maskot

Zakumi, maskot resmi turnamen.

Maskot resmi dari turnamen edisi ini adalah Zakumi. Zakumi adalah seekor macan tutul berwarna kuning, dengan rambut "nyentrik" berwarna hijau, mengenakan kaus bertuliskan "South Africa 2010", dan celana pendek berwarna hijau, dan tengah memegang sebuah bola. Zakumi lahir pada 16 Juni 1994, bertepatan dengan Hari Pemuda di Afrika Selatan sehingga akan dirayakan secara global dengan tajuk Piala Dunia FIFA 2010.Nama Zakumi berasal dari kata "Za", yang merupakan kode dua huruf untuk Afrika Selatan, dan "kumi", sebuah kata yang berarti sepuluh dalam berbagai bahasa Afrika.

Bola Pertandingan

Bola resmi peretandingan piala dunia


Bola resmi yang dipergunakan pada pertandingan Piala Dunia 2010 adalah Jabulani.Bola ini dibuat oleh Adidas,dan diperkenalkan tepat sebelum pengundian grup piala dunia 2010 pada tanggal 4 Desember 2009.Jabulani menurut bahasa Zulu berarti "merayakan"

Tempat Penyelenggaraan

10 stadion di 9 kota di Afrika Selatan ditunjuk untuk menyelenggarakan turnamen ini.

Gambar di atas adalah gambar 10 stadion yang ada di Afrika Selatan

Wuih !! Keren banget ya !!!!!!!!

TANGISAN PERTAMAMU, Suka Apa Duka ???

Aku mengaduk-aduk file dan folder yang tersimpan dalam memori kenanganku saat aku pertama hadir di muka bumi ini.Usaha yang sia-sia… tak juga dapat ditemukan.

Sebuah tangis bisa berarti kegembiraan atau kesedihan yang tak tertahankan. Namun yang pasti aku yakini adalah sebuah tangis keras seorang aku yang bayi dan bayi-bayi normal lainnya 100% adalah sebuah tangis kegembiraan.Rasa terpesona yang luar biasa pada pandang dan rasa pertama…,dan sebuah naluri bersyukur yang tulus seorang mahkluk yang pertama merasakan warna-warni hidup, dan atas sambutan riang gembira dari pengharapan dan doa orang-orang sekitar atas kehadirannya.


Seorang bayi adalah murni dan kosong
, demikian Bang Iwan Fals menulis dalam lagunya.Seorang bayi yang hanya tahu satu hal yang pasti, bahwa hidup adalah sebuah anugrah, yang hanya layak disambut dengan kegembiraan dan tangisan syukur.

Itulah seorang bayi !! (menurutku sih!! )


Namun betapa bertolak belakang antarahidup bagi seorang bayi dengan mahkluk dewasa seperti kita.Setiap hembus nafas, setiap detak jantung, setiap langkah yang terayun, bahkan setiap pilihan hidup kita sendiri yang
memutuskan selalu saja membuahkan keluhan-demi-keluhan, sambat yang begitu nelongso, marah, umpatan geram dengan apa yang terjadi. Dan akhirnya menaifkan Nikmat yang tak pernah bisa terukur oleh satuan volume apapun.Nikmat setiap hembus nafas, setiap detak jantung, segenap ayunan langkah dan segenap hidup kita (bahkan kentut dan BH -Buang Hajat, tidakkah sebuah nikmat?).

Lihat saja di halaman
facebook.Dari 20 coment yang ada, 15 coment tak lebih ungkapan2 sambat dan keluhan2 yang begitu bangga mereka sampaikan ke segenap penjuru dunia FB.Mereka bangga orang lain tahu kita adalah orang yang paling sedih, paling bermasalah, paling tidak bahagia dan seakan-akan orang yang tak pernah diberi sebuah rasa Bahagia sepanjang durasi hidupnya…Betapa tak terukur nikmat yang kita terima, meski mungkin kita berpaling, betapa tak mampu terangkul segenap hidup telah banyak memberi, meski kita tak meminta.

Betapa kita selalu berpaling atas segala nikmat hidup dengan mengeluh, mengeluh, mengeluh dan nelongso…. sehingga melupakan tangis pertama bayi mulainya kehadiran kita direntangan fana.

Banyak ekspresi untuk kita mengeluh, ada wajah kesel, mewek ataupun nangis sekeras-kerasnya……………

Tapi, apakah kita pantas untuk selalu mengeluh ??? Setelah kita menerima banyak rizki dari-Nya, tapi untuk menghindari kata mengeluh saaangat susah, akupun juga susah untuk menghindarinya !!!!

Sungguh-sungguh menyedihkan.

GERAKAN BUDAYA LIPSTICK ORIENTED

Pagi menjelang siang hari ini. Duduk di teras rumah sambil menikmati lalu-lalangnya orang dari barat ke timur atau sebaliknya. Ada pembicaraan ringan namun cukup dalam menggores ruang ingatan yang akhirnya mengusik reluh sadarku.

Tina : “duh.. puyeng aku sama soal mate tadi, huww.. lulus pa ga ya, padahal kunci jawaban dah aq pegang, ternyata ga cocok”

Tini : “ha..ha… kalo aq sih 99,9% yakin lulus” (yakin bgt)

Tina : “Kamu enak, Tono Juara sekolah kita soalnya sama dengan soalmu, pasti jawabanmu 99,9% juga sama”.

Tini : “Mantep bu…, tambah lagi pengawas ruang td pengertian banget, jadinya agresi mencari kunci berjalan mulus”.

Tina : “Sebenarnya ruangku juga sama, pokoknya suasana tetap tertib, tenang, aman terkendali aksi contek-menyontek juga lancar, tapi mau nyontek sapa, lawong satu ruang sama blo’onnya kayak aq”.

Tini : “Nyante aj bu, kita kan dah minta doa restu sama Mbah Karto, dikasih jampi2 lagi, Mbah Karto kan masih sodara ama Mbah Marijan. Pasti roso mantranya. (Huawkk…haack.. haw.. (tertawa semua)

Dialog yang mempresentasikan fenomena masyarakat kita, siswa-siswa sekolah yang kelak menjadi ujung tombak penentu budaya dan wajah masyarakat kita.

Mereka begitu usaha mati-matian, mulai dari belajar yang ditunjang oleh usaha yang luar biasa, mulai dari nyontek, nunggu sms kunci jawaban, pergi ke dukun nego dengan memelas kepada pengawas ruang sehingga berkenan memberi kesempatan untuk contekan.


Sementara sekolah, terus dan terus memacu dan menjejali (meski ga memperhatikan siswa sudah over dosis sampai teler dan berbusa-busa) materi-materi yang akan diujikan. Di rumahpun tak ada ruang untuk tidak memikirkan Ujian Nasional karena orang tua tentu akan sangat malu kalau anaknya tidak lulus.

Pihak pengambil kebijakan mungkin tidak menyangka kalau efek Ujian Nasional yang menginginkan peningkatan kualitas pendidikan dengan menargetkan nilai tertentu sungguh2 luar biasa. Peningkatan kualitas mungkin belum tentu dicapai, namun yang pasti penanaman nilai-nilai dangkal dan lipstik oriented jelas tergambar.

Dengan Ujian Nasional penilaian bakat, minat dan prestasi non akademis diabaikan. Asalkan lulus Mata Pelajaran yang di UN-kan, maka pendidikan dianggap berhasil.


Yang jelas terjadi : budaya contek yang sebenarnya tak beda dengan maling, budaya dukun yang seharusnya

syirik, budaya nepotisme yang pasti merapuhkan budaya dan tatanan menjadi halal dilakukan. Dan ini tanpa sengaja tertanam di benak siswa-siswa sekolah, yang notabene adalah generasi yang akan menentukan wajah budaya bangsa kita. Betapa dengan mudahnya orang menilai Pandai dan Goblok dengan hanya melihat nilai UN, Betapa dangkalnya sebuah ketuntasan belajar dari indikator Lulus atau Tidak Lulus Ujian Sekolah.

Betapa kita sudah memupuk diri menjadi bangsa yang Lipstick Oriented. Merah, Indah, Cantik, menggairahkan namun dalamnya… dipertanyakan… Sebuah gerakan nasional yang pelan namun pasti.

Jumat, 09 April 2010

BADAI MATAHARI 2012: Benarkah Kiamat?

Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Tetapi issu ini sudah menyebar luas lewat media Internet. Sebagai Muslim, kita hanya yakin bahwa Kiamat ada dan PASTI akan datang.

Tentang waktu, kapan kiamat terjadi, ummat Islam hanya diberi sign, berupa tanda2 datangnya kiamat. Bila tanda-tanda sudah ada, maka hari yang dimaksud memang sudah dekat. Tetapi tepatnya kapan, kembali ke konsep dasar, Ummat Islam tidak ada yang boleh menyebut waktu, baik hari, tanggal, bulan maupun tahun. 100% kewenangan Allah SWT.

Film fiksi ilmiah ‘2012 yang menceritakan tentang terjadinya badai matahari (flare) bukan isapan jempol belaka. Flare diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, tak serta merta hal itu melenyapkan peradaban dunia.

“Lapan memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari,” ujar Kabag Humas Lapan Elly Kuntjahyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010).

Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.


Badai Matahari

“Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia,” imbuhnya.

Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.

“Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah,” jelas Elly. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.

Senin, 05 April 2010

Susno Duadji dan Makelar Kasus di Kepolisian

Itulah mantan Kabareskrim Komjen Polisi Susno Duadji yang kembali membuka aib institusinya sendiri dengan mengungkap adanya jenderal yang berrperan sebagai makelar kasus (markus) di Institusi Polri. Adanya jenderal markus tersebut dikaitkan dengan kasus korupsi dan pencucian uang senilai Rp 25 miliar dengan tersangka pegawai pajak Gayus T. Tambunan. Diduga, kasus ini mandek akibat ulah jenderal markus.

Kepada wartawan Susno menduga uang itu telah dibagi-bagikan kepada para penyidik dan beberapa jenderal di Polri. Tak hanya itu Susno bahkan berani menyebutkan inisial penyidik tersebut. Mereka itu adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) EI, Brigjen RE yang menggantikan EI, AKBP M, dan Kompol A.

Sontak tudingan Susno ini membuat Brigjen Radja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas, dua jenderal yang dituduh sebagai jenderal markus, membantah keras tudingan tersebut. Keduanya menuding balik Susno dengan mengatakan bahwa mereka juga memiliki bukti keterlibatan Susno dengan mafia kasus saat masih menjabat sebagai Kabareskrim. Tidak hanya itu keduanya bahkan melaporkan mantan Kapolda Jabar ini ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Ulah Susno ini membuat gerah Mabes Polri, yang segera menggelar jumpa pers dan lagi-lagi membantah tudingan Susno soal ada markus dalam penanganan kasus korupsi pajak Rp 25 m.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Edward Aritonang menegaskan kepada wartawan tidak ada kantor makelar kasus di antara ruang Kapolri dan Wakapolri. Edward juga menambahkan hingga saat ini tidak ada penyimpangan dalam penanganan kasus di Mabes Polri.

Senin (22/3), Propam akan memanggil mantan Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini untuk diperiksa. Polemik terbuka antara Susno dengan jenderal Polri lainnya ini, secara langsung atau tidak langsung memberikan informasi lebih dalam mengenai borok di tubuh Polri.

Bantah-membantah dan persaingan tidak sehat di antara para jenderal Polri sepertinya tidak lagi dapat dikontrol oleh Kapolri, sebagai pimpinan tertinggi Polri. Publik melihat ada kesan mengaburkan persoalan utama, yakni dugaan makelar kasus (markus) di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, (Mabes Polri). Perseteruan Susno Duaji, Mabes Polri dan dua perwira tinggi secara kasat mata menggambarkan ada masalah di tubuh Polri.

Kepala PPATK Yunus Husein mengakui telah memberikan laporan keuangan senilai Rp 25 miliar kepada bekas Kabareskrim Komisaris Jenderal Susno Duadji. Penelusuran dana senilai Rp 25 miliar oleh PPATK berdasar petunjuk jaksa pada November lalu. Namun Yunus tidak mengetahui ada tidaknya keterlibatan mafia dalam aliran dana itu. Dengan alasan PPATK tidak bisa menentukan apakah aliran dana itu merupakan korupsi, pencucian uang, atau suap, karena hal itu adalah kewenangan penyidik.

Tudingan yang disampaikan, mantan Wakil Kepala PPATK bidang hukum dan kepatuhan ini tentunya bukan main-main. Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengakui laporan Susno kepada pihaknya disertai sejumlah dokumen.

Usai memanggil dan mendengarkan laporan Susno Duadji, Satgas langsung meminta penegak hukum menindaklanjuti laporan ini. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum juga akan mendalami laporan ini, dengan menemui Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, dan meminta KPK mengusut kasus ini.

Bola kini di tangan Satgas dan KPK, apakah berani membuktikan adanya makelar kasus (markus) di korps kepolisian? Publik tidak berharap kasus ini diselesaikan oleh internal Polri lewat institusi Propam. Tekad pemerintah untuk memberantas mafia hukum seperti tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat ujian dari institusi penegak hokum sendiri.


Survei bisnis yang dirilis awal maret oleh Political and Economic Risk Consultanscy (PERC) masih menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di Asia bersama-sama Kamboja dan Vietnam. Menurut lembaga yang berbasis di Hongkong menyatakan hasil korupsi digunakan oleh para koruptor untuk melindungi mereka sendiri dan untuk melawan reformasi. Pertanyaannya, apakah Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan KPK mampu memperbaiki citra Indonesia di luar negeri? Kita nantikan hasilnya.

MOTO GP



SEJARAH MOTO GP


Kejuaraan dunia untuk balap motor pertama kali diselenggarakan oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), pada tahun 1949. Pada saat itu secara tradisional telah diselenggarakan beberapa balapan di tiap even untuk berbagai kelas motor, berdasarkan kapasitas mesin, dan kelas untuk sidecars (motor bersespan). Kelas-kelas yang ada saat itu adalah 50cc, 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc untuk motor single seater, serta 350cc dan 500cc untuk motor sidecars. Memasuki tahun 1950-an dan sepanjang 1960-an, motor bermesin 4 tak mendominasi seluruh kelas. Pada akhir 1960-an, motor bermesin 2 tak mulai menguasai kelas-kelas kecil. Di tahun 1970-an motor bermesin 2 tak benar-benar menyingkirkan mesin-mesin 4 tak. Pada tahun 1979, Honda berusaha mengembalikan mesin 4 tak di kelas puncak dengan menurunkan motor NR500, namun proyek ini gagal, dan di tahun 1983 Honda bahkan meraih kemenangan dengan motor 500cc 2 tak miliknya. Pada tahun 1983, kelas 350cc akhirnya dihapuskan. Kelas 50cc kemudian digantikan oleh kelas 80cc di tahun 1984, tetapi kelas yang sering didominasi oleh pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan pada tahun 1990. Kelas sidecars juga ditiadakan dari kejuaraan dunia di tahun 1990-an, menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan kelas 500cc.

GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500cc, baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar. Pada tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990cc, dan berubah menjadi 800cc di musim 2007. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas MotoGP. Untuk kelas 125cc dan 250cc secara khusus masih menggunakan mesin 2 tak.

Balap untuk kelas MotoGP saat ini diselenggarakan sebanyak 17 seri di 15 negara yang berbeda (Spanyol menggelar 3 seri balapan). Balapan biasa digelar setiap akhir pekan dengan beberapa tahap. Hari Jum’at digelar latihan bebas dan latihan resmi pertama, kemudian hari Sabtu dilaksanakan latihan resmi kedua dan QTT, di mana para pembalap berusaha membuat catatan waktu terbaik untuk menentukan posisi start mereka. Balapan sendiri digelar pada hari Minggu, meskipun ada seri yang digelar hari Sabtu yaitu di Belanda dan Qatar. Grid (baris posisi start) terdiri dari 3 pembalap perbaris dan biasanya setiap seri balap diikuti oleh sekitar 20 pembalap. Balapan dilaksanakan selama sekitar 45 menit dan pembalap berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan, tanpa masuk pit untuk mengganti ban atau mengisi bahan bakar. Balapan akan diulang jika terjadi kecelakaan fatal di awal balapan. Susunan grid tidak berubah sesuai hasil kualifikasi. Pembalap boleh masuk pit jika hanya untuk mengganti motor karena hujan saat balapan.

Organisasi dalam MotoGP

Kesuksesan Balap MotoGP tidak terlepas dari organisasi-organisasi yang terlibat di dalamnya Beberapa organisasi yang tergabung dalam komisi Grand Prix antara lain FIM, Dorna, IRTA, dan MSMA.

FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) merupakan badan tertinggi di dunia yang mengurusi hal-hal seputar sepeda motor. FIM yang berdiri pada tahun 1904 ini tidak hanya mengurusi balap motor, tetapi juga menjadi pengawas motor-motor produksi yang dijual masal, terutama soal keamanan dan kelayakan. Dalam kegiatan balap motor, FIM adalah badan yang mengurusi dan bertanggung jawab mengenai regulasi dan teknis pelaksanaan balapan, juga mengenai status, taraf, dan kriteria dari sebuah kejuaraan balap motor.

Dorna adalah organisasi penyelenggara balapan MotoGP, atau dengan kata lain Dorna adalah promotor kejuaraan MotoGP. Dorna bertanggung jawab terhadap kualitas event dan juga mengurusi sponsor event.

IRTA (International Road racing Team Association), anggota organisasi ini terdiri dari tim-tim yang mengikuti balapan MotoGP. Organisasi ini berfungsi untuk menyalurkan aspirasi tim dan para pembalap yang tergabung di dalamnya. Dengan organisasi inilah pembalap dapat memberikan masukan dan menentukan hak-hak dan kepentingannya, antara lain nilai kontrak, keamanan dan kelayakan sirkuit.

MSMA (Motor Sport Manufacturer Association) merupakan organisasi dalam MotoGP yang terdiri dari pabrikan-pabrikan motor yang mengikuti kejuaraan MotoGP, seperti Honda, Yamaha, Ducati, Suzuki, Kawasaki, dan pabrikan lainnya. Fungsi dari organisasi ini antara lain memutuskan peraturan teknis mengenai regulasi motor bersama dengan organisasi lain yang tergabung di komisi Grand Prix.


KARIR PEMBALAP

Para pembalap MotoGP dalam sesi foto di sirkuit Jerez, Spanyol.

Terdapat penjenjangan karir bagi para pembalap yang turun di balap motor dunia, apabila seorang pembalap cukup berprestasi ia akan direkrut oleh tim yang ada dikelas berikutnya dari kelas 125cc, kelas 250cc, kemudian kelas puncak MotoGP. Pembalap yang turun di kelas 125cc sendiri berasal dari pembalap yang berprestasi di kejuaraan regional atau nasional di negaranya masing-masing, seperti All Japan road racing di Jepang, ataupun kejuaraan Eropa.

Para pembalap yang turun di kelas puncak MotoGp berasal dari beberapa kejuaraan. Selain berasal dari kelas 250cc seperti Valentino Rossi, Max Biaggi, Marco Melandri, Daniel Pedrosa, ada pula pembalap yang berasal dari AMA Superbike seperti Nicky Hayden, dari British Superbike seperti Shane Byrne, juga dari World Superbike seperti Noriyuki Haga, Colin Edwards, Troy Bayliss, Neil Hodgson, Ruben Xaus dan Chris Vermeulen. Banyaknya para pembalap yang berasal dari superbike ini tidak terlepas dari berubahnya kelas puncak GP motor yang membolehkan penggunaan motor bermesin 4 tak 990cc pada tahun 2002, setelah sebelumnya hanya mesin 2 tak 500cc yang boleh digunakan.

SPESIFIKASI

Deretan motor-motor yang dipakai dalam kelas MotoGP .

Setiap peraturan mengenai tiap-tiap kelas balapan dibentuk oleh FIM sebagai organisasi yang berwenang melakukannya. FIM membentuk dan mengeluarkan peraturan-peraturan baru yang dipandang sesuai dengan perkembangan balapan. Pada permulaan era baru MotoGP di tahun 2002, motor bermesin 2 tak 500cc dan 4 tak 990cc dibolehkan untuk digunakan dalam balapan. Kedahsyatan tenaga dari motor bermesin 4 tak yang mengungguli motor bermesin 2 tak menyingkirkan seluruh mesin 2 tak dari persaingan, dan musim-musim balap selanjutnya tidak ada lagi motor 2 tak yang digunakan.

Pada tahun 2007, FIM akan memberlakukan peraturan baru bahwa motor-motor MotoGP akan dibatasi menjadi 4 tak 800cc. Alasan yang dikemukakan dari pengurangan kapasitas silinder mesin ini adalah untuk meningkatkan keamanan pembalap, mengingat tenaga dan kecepatan puncak yang dihasilkan mesin-mesin MotoGP telah meningkat secara drastis sejak 2002. Rekor kecepatan MotoGP saat ini adalah 347,4 km/jam yang dicetak oleh Loris Capirossi dengan motor Ducati di sirkuit Catalunya, Barcelona pada tahun 2004. Sebagai perbandingan rekor kecepatan F1 saat ini adalah 369,9 km/jam yang dicetak oleh Antonio Pizonia dengan mobil BMW, di sirkuit Monza di tahun 2004.

Keputusan pilihan untuk membatasi kapasitas mesin menjadi 800cc (daripada dengan metode pembatasan tenaga lain, seperti pengurangan jumlah gir transmisi yang diizinkan) menurut para pengamat MotoGP sangat menguntungkan Honda. Honda menggunakan mesin lima silinder, dan hanya perlu mengurangi satu silinder untuk membenahi mesin mereka agar sesuai regulasi yang baru, sementara pabrikan lainnya harus mendesain ulang seluruh mesin mereka. Pembatasan menjadi 800cc juga menimbulkan kontroversi bahwa sepertinya saat ini motor yang digunakan dalam kejuaraan Superbike 1000cc menjadi yang tercepat dalam balapan motor sirkuit di seluruh dunia.

Mesin yang digunakan dalam kelas 125cc dibatasi sebanyak satu silinder dan dengan berat minimal 80 kilogram, sementara untuk kelas 250cc dibatasi sebanyak dua silinder dengan berat minimal 100 kilogram.

Motor-motor untuk kelas MotoGP dibolehkan menggunakan mesin dengan jumlah silinder antara tiga sampai enam silinder, dan terdapat variasi dalam pembatasan berat tergantung jumlah silinder yang digunakan. Ini disebabkan sebuah mesin dengan silinder yang lebih banyak, tenaga yang dihasilkan juga lebih besar, dan batasan berat meningkat. Pada tahun 2006 mesin-mesin yang digunakan di MotoGP adalah mesin empat dan lima silinder. Honda menggunakan lima silinder, sementara Yamaha, Ducati, Kawasaki, dan Suzuki menggunakan empat silinder.

Motor-motor yang digunakan dalam Grandprix motor dibuat tidak hanya untuk balapan saja, tetapi juga sebagai ajang unjuk kekuatan dan kemajuan teknologi antar pabrikan. Sebagai hasilnya seluruh mesin-mesin MotoGP dibuat dengan menggunakan material yang sangat mahal dan ringan seperti titanium, dan carbon-fiber-reinforced plastic. Motor-motor tersebut juga menggunakan teknologi yang tidak tersedia untuk konsumsi umum, misalnya adalah perangkat elektronik yang canggih termasuk telemetri, engine management systems, kontrol traksi, rem cakram karbon, dan teknologi mesin modern yang diadopsi dari teknologi mesin mobil F1.

Jika motor-motor yang dipakai di kelas MotoGP hanya dilombakan di tingkat kejuaraan dunia, motor-motor yang digunakan di kelas 125cc dan 250cc relatif lebih terjangkau. Harga sebuah motor 125cc kurang lebih sama dengan sebuah mobil. Motor-motor ini sering digunakan dalam kejuaraan balap motor nasional di seluruh dunia.

Satu dari beberapa tantangan utama yang dihadapi para pembalap MotoGP dan Insinyur motor MotoGP adalah bagaimana untuk menyalurkan tenaga mesin yang luar biasa – lebih dari 240 dk (179 kW), melalui titik kontak dua buah ban dan permukaan aspal sirkuit dengan lebar hanya sekitar lengan manusia. Sebagai perbandingan mobil F1 menghasilkan lebih dari 950 dk (700 kW) tetapi dengan empat buah ban, sehingga memiliki titik kontak permukaan dengan aspal sepuluh kali lebih lebar dari motor MotoGP.